Selasa, 20 Desember 2011

Bagaimana Caranya untuk Memandikan Kucing?

Salam Hangat...

Semua tentu menginginkan hewan kesayangan dirumah selalu dalam keadaan bersih dan tidak berbau, yang artinya hewan kesayangan kita tersebut haruslah rutin dimandikan. Anjing adalah hewan yang sangat senang bermain, bagi anjing kegiatan mandi merupakan salah satu arena bermain namun bagaimana dengan kucing? Nah, kita semua tentu tahu bahwa kucing sangat benci dengan air(kecuali air untuk mereka minum tentunya..)


Ada beberapa alasan mengapa kucing(dan juga anjing) perlu mandi yaitu :
  1. Anakan. Jika kitten baru lahir sampai dengan usia 2bulan biasanya induk masih sering memandikan/membersihkan tubuh anak-anaknya sendiri sehingga kita sering tidak mengetahui kitten tersebut buang air/buang kotoran. Seiring bertambahnya usia seringkali mereka buang kotoran sembarangan sehingga urin/kotorannya menempel di bulu. 
  2. Usia tua. Terkadang hewan tua(diatas umur 8 tahun) kesulitan membersihkan tubuhnya sendiri (self-grooming), untuk itu kita perlu membantu memandikan atau memandikan beberapa bagian tubuhnya.
  3. Memiliki gangguan kulit-bulu, misalkan kutu dan jamur. Untuk ini mereka harus dimandikan dengan sampo formula disesuaikan dan dilakukan rutin untuk mempercepat kesembuhan.
  4. Menginjak atau terpapar bahan kimia yang berbahaya. Dikarenakan kebiasaan kucing yang selalu menjilati bulunya maka bila mereka terkena bahan kimia berbahaya misal : cat, minyak tanah, racun tikus; akan membahayakan kucing itu.bila ingin memandikan kucing anda sendiri di rumah. 
Bila anda ingin memandikan sendiri kucing anda di rumah, coba perhatikan beberapa gambar dibawah ini :


Gunakan sprayer untuk memudahkan membasahi bulunya. Mulailah selalu membasahi dari arah belakang tubuh dan pegang serta tahan badannya agar geraknya terkontrol.



Beberapa kucing yang terbiasa mandi sedari kecil akan menurut saja bila dimandikan tanpa kita perlu repot memegang dan menahan tubuhnya.



Meletakkan diatas kloset atau ditempat yang tidak tergenang air untuk mencegah air yang kotor dan busa kembali menempel diatas bulunya setelah kucing selesai diberi shampo dan dibilas dengan air bersih.



Beberapa orang menggunakan wastafel untuk memandikan kucing 
agar gerak kucing dapat terkontrol lebih baik



Bagian wajah/depan kucing cukup diusap dengan tangan yang sudah dibasahi larutan sampo atau menggunakan kain (waslap)yang juga sudah dibasahi dengan larutan sampo. Tahapan ini bisa dilakukan di awal atau di akhir proses memandikan kucing tersebut. JANGAN sekali-kali menyiramkan air langsung diatas kucing karena dikuatirkan air tadi masuk kedalam telinga kucing yang nantinya dapat menimbulkan infeksi.

Beberapa hal lain yang harus diperhatikan saat memandikan kucing :
  1. Gunakan air hangat, bukan air panas. Terutama untuk kitten. Kucing dewasa yang sehat tidak akan masalah bila kita gunakan air dingin saat memandikannya. Tapi ingat, dingin disini berarti sama atau lebih rendah sedikit dari suhu ruang.
  2. Siapkan handuk tebal atau handuk yang lekas menyerap air agar usai mandi kucing dapat segera dikeringkan atau paling tidak lebih banyak air yang terserap dalam handuk. Beberapa orang menggunakan lap "kanebo" karena lap seperti ini mudah menyerap air.
  3. Telinga harus jauh dari air atau akses air tidak mudah masuk telinga. Sebelum mandi, bisa diberikan kapas untuk menutup telinga kucing yang akan dimandikan.
  4. Carilah bantuan. Bila anda merasa tak sanggup memandikan sendirian, ajak satu orang untuk membantu anda menahan tubuh dan geraknya.
  5. Selesai memandikannya segera keringkan dengan hairdryer/blower. Jika bulu sudah setengah kering mulailah menyisir sedikit dan hati-hati agar mudah disisir jika bulu sudah kering sepenuhnya. Untuk penggunaan hairdryer jangan terlalu dekat pada kulit dan bulu karena mengakibatkan bulu tidak kering sempurna.
  6. Beri makan atau snack kesukaannya setelah ia selesai mandi dan bulunya sudah rapi dan kering sebagai tanda permintaan maaf karena ya...sekali lagi kami ingatkan, kucing sangat tidak suka mandi :)


Demikian beberapa hal yang semoga bisa membantu anda jika anda ingin memandikan sendiri kucing kesayangan anda. Ingatlah untuk selalu memperlakukannya dengan hati-hati dan jangan kasar sekalipun mereka memberikan perlawanan yang mungkin dapat melukai anda.
Pertanyaan anda kami tunggu di twitter kami @dokterhewanku.


Kamis, 15 Desember 2011

Mempersiapkan Kucing yang Akan Melahirkan

Salam Hangat...

Kembali kami akan coba menjawab pertanyaan dari followers kami di akun twitter @dokterhewanku yaitu apakah tanda kucing yang akan melahirkan?
Pastinya sebagai pemilik hewan yang sudah berpengalaman memiliki hewan kesayangan yang akan melahirkan, hal ini tidak akan menimbulkan rasa cemas, namun bagaimanakah jika ini merupakan pengalaman pertama anda dengan hewan anda yang sedang hamil dan akan melahirkan maupun pengalaman pertama bagi kucing anda untuk melahirkan? Intinya satu, jangan panik karena kucing pada umumnya sangat terampil mengurus dirinya sendiri sama halnya saat ia melahirkan kebanyakan kucing sudah tau apa yang harus ia lakukan. 


Berikut beberapa tahapan yang harus anda amati, anda siapkan dan anda lakukan.
  1. Tanggal kucing dikawinkan. Jika anda mengetahui secara pasti kapan kucing anda dikawinkan, tentunya prediksi kapan ia akan melahirkan akan mudah diketahui. Perlu diingat kucing akan mengandung selama 59-65 hari (ada juga yg mencapai 70hari) dan seringkali kelahiran terjadi di hari ke 62-63hari. 
  2. Nafsu makan menurun di akhir masa kehamilan. Dikarenakan perut induk yang makin membesar tentunya "ruang" didalam tubuhnya akan penuh dengan ukuran fetus yang terus membesar sehingga lambung terdesak sehingga induk akan kesulitan makan dalam jumlah banyak dikarenakan lambung yg terdesak tadi. Selain itu kondisi induk secara psikologis juga mengalami stres sebelum melahirkan sehingga ia akan lebih sering me-ngeong dengan intonasi nada tertentu yang berbeda daripada intonasi nada me-ngeong yang biasa ia bunyikan.
  3. Keluarnya air susu. Menjelang masa melahirkan, induk kucing akan memproduksi air susu yang mana air susu tersebut sudah ada pada 3-2 minggu mendekati masa kelahiran. Bila anda pencet puting susu induk (cukup perlahan saja) dan bila air susu sudah keluar berarti kucing anda dalam waktu 2-3 minggu lagi akan melahirkan. Supaya memudahkan anakan kucing nanti mencari puting susu induk, terutama untuk kucing yang berbulu panjang maka sebaiknya bulu-bulu yang ada disekitar puting susu induk ditipiskan dan sekalian juga bulu-bulu yang disekitar vagina induk ditipiskan juga agar lebih mudah dibersihkan setelah ia melahirkan dan tentunya akan lebih higienis dan minim tempat untuk berkembangnya bakteri di bulu-bulu yang masih kotor oleh sisa darah, cairan vagina serta air ketuban pasca kelahiran. Selain itu juga akan memudahkan kita untuk melihat air ketuban yang keluar dan bagian fetus yang nantinya akan dilahirkan.
  4. Bersihkan rumah dan halaman serta tempat yang dipersiapkan untuk induk kucing yang akan melahirkan dari kutu jika memang kucing anda memiliki riwayat terinfeksi parasit seperti kutu dan tungau.Perlu kami ingatkan kembali, saat induk kucing sedang hamil dan tiba masanya ia untuk diberikan vaksinasi sebaiknya vaksinasi tersebut ditunda dan mengenai pemberian obat cacing serta anti kutu pada kucing yang sedang hamil haruslah atas sepengetahuan dokter hewan yang biasa memeriksa kucing anda.
  5. Keluarnya air ketuban. Air ketuban ini seperti air kencing  yang nampak membasahi daerah sekitar vagina induk. Terkadang juga nampak seperti ada gelembung air (kantung air) yang menggantung di vagina induk dan itu artinya dalam hari itu juga ia harus sudah melahirkan. 
  6. Siapkan kandang dengan ukuran  3-4 kali besar tubuhnya. Pada usia kehamilan 7-8 minggu mulailah membiasakan si kucing untuk tidur didalam kandang sehingga saat ia melahirkan nanti sudah terbiasa berada didalam kandang dengan anak-anaknya. Bila tidak biarkan ia mencari sendiri tempat yang nyaman baginya untuk melahirkan. sediakan beberapa kotak/kardus dengan beberapa alas didalamnya. Bila anda menemukan ia suka bersembunyi di tempat tertentu, letakkan alas dari kain/baju bekas yang bersih karena seringkali mereka suka dengan baju/kain yang sudah pernah/lama kita gunakan. 
  7. Siapkan juga kain bersih, gunting steril dan dental floss/benang untuk pembersih gigi manusia yang bisa digunakan untuk mengikat tali pusat anak setelah dilepaskan dari plasenta(ari-ari)nya. Untuk kandang yang sudah dipersiapkan, tambahkan lampu diatas kandang (sebaiknya bohlam dengan watt yang agak besar) yang berfungsi untuk membantu menghangatkan kandang. Siapkan juga kitten milk replacer yaitu susu khusus untuk anak kucing jikalau nanti setelah melahirkan si induk menolak untuk menyusui anaknya atau induk menderita Eclampsia atau induk kekurangan kalsium sehingga menyebabkan induk demam dan mengalami kelemahan. 
  8. Selalu waspada menjelang 1 minggu proses kelahirannya. Cek temperatur tubuhnya. Suhu tubuh seringkali menjadi drop atau rendah beberapa saat menjelang kelahiran. Saat ia melahirkan, ada baiknya anda selalu mendampinginya karena ada beberapa kasus yang mana induk tidak tahu apa yang harus ia lakukan tepat setelah ia melahirkan bayinya, bahkan ia tidak merobek selaput pembungkus (berisi cairan amnion)fetus yang menyebabkan fetus tersebut mati. Jika anda menemukan kasus serupa, segera sobek selaput yang membungkus fetus dan segera bersihkan seluruh cairan yang masih membasahi tubuh fetus terutama didaerah hidung dan rongga mulut untuk memudahkannya bernafas. Potong tali penghubung antara fetus dengan plasentanya. Ikat bagian tali pusat tadi menggunakan dental floss dan lakukan semua dengan tangan yang bersih(steril)yang sebaiknya anda menggunakan surgical glove(sarung tangan sekali pakai). Induk yang berpengalaman akan melakukan semuanya sendiri sampai dengan memakan plasenta anak.
  9. Nomer telpon dokter hewan anda. Jika memang setelah proses kelahiran anda menemukan induk menjadi demam atau ada anak yang megap-megap atau sulit bernafas. Biasanya jarak kelahiran antara anak yang satu dengan yang lain paling lama sekitar 1 jam tapi antara individu satu dan yang lain tentunya akan memberikan tanda yang berbeda-beda.
Sebenarnya seperti yang kami jelaskan sebelumnya, antara individu satu dengan individu kucing yang lain akan memberikan respon yang berbeda-beda ketika ia akan melahirkan, semoga apa yang kami tulisakan di atas dapat membantu mengatasi kecemasan anda dalam mempersiapkan masa kelahiran kucing anda di rumah. Pertanyaan lebih lanjut bisa melalui twitter kami @dokterhewanku.

Selasa, 06 Desember 2011

Mempersiapkan Anjing yang akan Melahirkan

Salam Hangat...

Kali ini kami akan mencoba memberi penjelasan lebih dari 140 karakter untuk pertanyaan dari followers kami di akun twitter @dokterhewanku. 

Sebelumnya kami ucapkan selamat atas kehamilan anjing anda :)
Baiklah, apa saja yang perlu anda persiapkan? Mungkin hal ini akan menjadi lebih mudah jikalau hingga sampai saat ini anjing anda dalam keadaan sehat dan tidak tampak kelemahan padanya.

Gambaran saluran reproduksi anjing betina non-gravid (tidak hamil)


Gambaran saluran reproduksi betina gravid (hamil)


Pemenuhan nutrisi yang sesuai adalah kunci utama disertai dengan latihan fisik ringan agar metabolisme tubuh tetap berjalan optimal.
Berikut adalah beberapa hal yang harus anda amati dan anda lakukan :
  1. Jadwal vaksinasi, deworming (pemberian obat cacing) atau pemberian anti kutu. Sebaiknya untuk hewan yang sedang hamil TIDAK dilakukan vaksinasi. Sebaiknya vaksinasi ditunda sampai induk melahirkan dan lepas masa menyusui. Bagaimana dengan obat cacing dan anti kutunya? Masih ada perbedaan pendapat diantara dokter hewan mengenai hal ini, sebaiknya anda mengunjungi dokter hewan kepercayaan anda dan diskusikan kemungkinan pemberian obat cacing&anti kutu pada anjing anda yang sedang hamil, karena memang sebaiknya saat induk melahirkan, si induk sudah terbebas dari parasit baik parasit internal maupun eksternal.
  2. Perubahan perilaku. Anjing yang sedang hamil biasanya akan menjadi lebih sensitif dan lebih ingin diperhatikan. Sebaiknya saat anjing anda sedang hamil jauhkan dari anak-anak yang mungkin akan mengganggunya dan membuat anjing anda yang sedang hamil menjadi setres dan marah. Ada baiknya anjing yang sedang hamil diletakkan di ruangan khusus yang bersih dan bebas gangguan serta tentunya nyaman bagi anjing tersebut. Di awal kehamilan juga ditemukan syndrome morning sickness pada anjing. Sebaiknya bawa anjing anda pada dokter hewan untuk diberikan obat anti muntah yang aman bagi anjing yang sedang hamil.
  3. Pemenuhan kebutuhan nutrisi. Ini merupakan kunci utama, dan sebaiknya anda mematuhi hal ini supaya anjing anda nantinya melahirkan selamat dan anak-anak yang dilahirkan sehat. Bila anda terbiasa memberikannya premium dog food, kandungan nutrisinya telah memenuhi standart kebutuhan nutrisi anjing anda. Dianjurkan untuk memberikan dogfood tipe puppy dikarenakan komposisi nutrisi untuk pakan puppy lebih komplit terutama tinggi protein, lemak dan mineral. Anjing yang sedang hamil juga diberi makan 2-4 kali lebih sering dibandingkan pada saat ia tidak hamil. Namun tetap waspada, jangan sampai anjing hamil menjadi obesitas dikarenakan ia terlalu banyak makan. Bawa ia berjalan-jalan setiap pagi/sore hari sekitar 30 menit. Pada 3 minggu akhir menjelang kelahiran, dengan keadaan uterus yang semakin membesar maka ia akan kesulitan untuk menampung makan dalam jumlah besar maka berikan makanan tersebut sedikit-sedikit namun sering. Suplementasi kalsium juga dianjurkan tidak berlebihan dan bila anda sudah menggunakan premium dogfood maka suplementasi ini tidak dibutuhkan. Suplementasi kalsium yang berlebihan akan menjadi pemicu kejadian "Eclampsia" atau "Milk Fever" dimana kondisi kalsium dalam darah menurun dengan drastis yang mengakibatkan anjing menjadi lemah dan mengalami kelumpuhan(tidak mampu menopang tubuhnya) disertai dengan peningkatan suhu tubuh yang bila kondisi tersebut tidak segera dikoreksi bisa berakibat fatal. Suplementasi kalsium berlebihan akan mengganggu regulasi hormonal dalam tubuh anjing untuk memproduksi kalsium sehingga kalsium yang dibutuhkan saat induk menyusui (saat induk mulai memproduksi air susu yang terjadi pada masa akhir kehamilan) tidak terpenuhi dikarenakan fungsi hormonal (hormon paratiroid) yang terhenti akibat suplementasi kalsium peroral yang berlebihan disaat ia sedang hamil. 
  4. Cairan yang keluar dari saluran kelahiran (vagina). Anjing hamil dari vaginanya akan mengeluarkan cairan bening, harap rutin dibersihkan dan bila cairan yang bening tersebut berubah menjadi keruh dan disertai darah sebaiknya segeralah anda membawanya ke dokter hewan karena dikuatirkan terjadi komplikasi di dalam rahim. 
  5. 1-2 minggu sebelum melahirkan. Mulai ajarkan anjing anda untuk terbiasa di ruangan khusus yang anda persiapkan untuk nya dan anak-anaknya saat ia melahirkan nanti. Hal ini khusus bagi anda yang terbiasa tidur satu tempat dengan anjing anda, karena bila ia tidak dibiasakan maka saat ia melahirkan nanti ia akan memilih untuk melahirkan diatas tempat tidur anda dan ya...tentunya merepotkan, bukan? :). Anjing akan melahirkan setelah ia mengandung selama 63 hari jadi pastikan anda mencatat kapan tanggal ia dikawinkan.
Nah, demikian kiranya beberapa persiapan yang harus anda amati dan anda lakukan. Semoga berguna dan sekali lagi jangan lupa untuk selalu konsultasi dengan dokter hewan yang memeriksa anjing anda. Pertanyaan lebih lanjut follow twitter kami @dokterhewanku. 


Selasa, 29 November 2011

"Hewan saya tidak mau makan.. kenapa ya?"


Salam Hangat...
Hewan peliharaan dirumah mungkin sesekali pernah anda temukan dalam keadaan tidak mau makan atau sekalipun ia makan, makannya sedikit sekali. Bila hewan peliharaan menunjukkan gejala tersebut tanpa disertai kelemahan seperti aktivitas yg menurun (tidak lincah) dan ia cenderung untuk selalu tidur, nah...jangan terlalu kuatir, mungkin anda harus lebih jeli mengamati perilakunya seperti :
  1. Ia mungkin bosan dengan makanannya dan ia sedang ingin bermain-main. Hal ini biasanya didapati pada hewan usia muda atau anakan yg baru berpindah dari masa menyusu ke masa sapih yaitu hewan mulai belajar makan-makanan padat. Berikan multivitamin yang mengandung vitamin B-kompleks. Terdapat pula multivitamin dalam bentuk pasta yang tersedia di petshop sudah cukup untuk membantu menjaga kondisi kesehatan hewan peliharaan anda.
  2. Musim kawin atau hewan sedang heat (birahi). Hewan yang sedang ada di fase ini akan sangat "betah" sekali untuk tidak makan terlebih bila ia sudah mendapat pasangan. Biasanya hewan akan lebih fokus untuk kawin daripada memenuhi rasa laparnya. Sekali lagi bila anda menemukannya dalam keadaan seperti ini, berikan multivitamin agar kondisi kesehatannya tidak drop.
  3. Sifat superior/sifat dominan dalam kelompok hewan terhadap hewan inferior/hewan yang lebih lemah. Hal ini seringkali dialami pada suatu rumah yang memelihara hewan dalam jumlah banyak dan mereka dilepas dalam satu ruangan sehingga akan menciptakan sebuah tingkatan. Akan terdapat hewan yang lebih kuat dan bersifat penguasa sehingga hewan yang lebih lemah atau hewan yang cenderung bersifat penakut tidak akan berani makan bila hewan yang lebih kuat tadi berada disekitarnya. Solusinya? selalu pisahkan hewan yang nampak lebih lemah/bersifat penakut dari para jagoan tersebut agar si jagoan tidak mengganggu hewan yang penakut tadi. 
  4. Hewan sedang hamil dan akan segera melahirkan. Nah, kalau ini memang sudah jelas bahwasanya hewan yang akan segera melahirkan berada dalam keadaan paling lemah dan stress, suhu tubuhnya pun ikut turun. Sebagai langkah pencegahan, 4minggu sebelum hewan anda melahirkan berikan tambahan makanan atau beri makanan dengan komposisi nutrisi untuk anakan.
Bila dari tanda-tanda di atas masih belum ada di daftar pengamatan anda, segera bawa hewan anda untuk segera diperiksa oleh dokter hewan. Terlebih bila hewan sudah mengalami kelemahan teramat sangat dengan disertai muntah dan diare, jangan dibiarkan sampai 24jam karena kondisi tersebut akan mengakibatkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani oleh dokter hewan. Demikian semoga bermanfaat. Pertanyaan anda kami tunggu di twitter kami @dokterhewanku

Jumat, 18 November 2011

Potong Kuku Yuk! Hati-hati ya..

Salam Hangat...

Rutinitas manicure dan pedicure tidak hanya untuk manusia saja, hewan kesayangan pun membutuhkannya. Walaupun (terutama)kucing selalu mengasah kuku-kukunya sehingga terkadang merusak beberapa bagian dari sofa di rumah, tetap kita harus selalu memperhatikan panjang kuku hewan kesayangan tersebut.

Tujuan dari potong kuku secara rutin adalah menghindari pertumbuhan kuku yang terlalu panjang, kuku yang terlalu panjang juga cenderung pecah, rapuh bila patah dan menimbulkan luka bisa mengakibatkan infeksi


Gambar diatas menunjukkan pertumbuhan kuku yang terlalu panjang sehingga tumbuhnya tidak teratur dan malah menusuk "daging" di daerah sekitar kuku dan ini akan mengakibatkan anjing/kucing kesakitan. Namun perlu diingat baik-baik, hewan sangat merasa tidak nyaman ketika kita memotong kukunya sehingga perlu hati-hati dan diperlukan tenaga terlatih untuk memotong kukunya.

Bila anda ingin melakukan potong kuku hewan anda sendiri, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memotong kuku hewan kesayangan kita. 

Bagian kuku yang harus dipotong

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa kita bisa memotong kuku dibagian yang diberi keterangan "Cutting Line" itu adalah kuku yang bebas dari aliran pembuluh darah. Sementara bagian yang diberi keterangan "Quick" adalah bagian kuku yang mengandung ujung dari pembuluh darah sehingga bila terpotong mengakibatkan pendarahan. Coba liat gambar dibawah ini supaya jelas. Yang perlu anda hindari adalah bagian yang berwarna pink.


Alat pemotong kuku. Ada 2 tipe gunting khusus memotong kuku hewan. Tipe "Guillotine" untuk anjing ras kecil/kucing dan "Scissor" untuk hewan dengan kuku yang tebal.

Handling hewan saat dipotong kukunya.

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, proses potong kuku adalah salah satu prosesi yang dihindari oleh para hewan kesayangan kita selain acara mandi bagi si kucing. Hewan tentunya akan bertingkah banyak dan bahkan akan sangat sulit di handling atau di atasi sehingga seringkali kita salah memotong bagian kukunya dan bahkan memungkinkan sekali terjadi dislokasi atau "keseleo"  utamanya untuk anjing ras kecil seperti Mini Pinscher dikarenakan kita terlalu kuat memegang dan menahan supaya anjing tidak bergerak agar kukunya tidak berdarah namun malah mengakibatkan keseleo pada (salah satu) kakinya. Mintalah selalu bantuan orang lain yang bisa meng-handle si anjing/kucing. Untuk anjing ras kecil, coba balutkan handuk tebal diseluruh badan anjing (tentunya tanpa menutup kuku-kukunya yang akan dipotong) yang bertujuan membatasi gerak anjing dengan lebih aman. 






 ingat! jangan sampai menutup kuku yang akan dipotong ya..

Setelah semuanya sudah siap, mulai potong kuku dengan cepat tapi jangan kasar. Untuk kuku yang berwarna hitam coba potong kuku perlahan sedikit demi sedikit, sisakan agak banyak daerah yang dekat dengan "quick area" namun bila terlanjur memotong quick area dan terjadi pendarahan jangan panik, ambil tissue dan tekan-tekan perlahan tapi mantap di bagian yang mengalami pendarah tapi jangan menggosok bagian tersebut, cukup ditekan perlahan saja. Bubuhkan sedikit bubuk "styptic powder" untuk membantu proses pembekuan darah sekaligus sebagai antiseptik. Bila tidak ada styptic powder pada saat itu bisa menggunakan baby powder atau kapas kering dan tekankan cukup kuat, tapi baby powder seringkali kurang efektif. Styptic powder bisa didapat di petshop atau di tempat praktek dokter hewan.

Bila semua prosesi telah usai, beri hadiah dan pujian setelah usai memotong kukunya. Lakukan kegiatan ini sejak hewan kesayangan masih kecil sehingga saat dewasa ia sudah tidak terlalu takut dan lakukan rutin setiap 2 minggu sekali bersamaan dengan mandi rutin. 

Pertanyaan lebih lanjut, follow kami di twitter @dokterhewanku

Sumber : www.lakesidevet.com

Minggu, 13 November 2011

Musim Hujan? Waspada Infeksi Jamur di Hewan Kesayangan Anda.

Salam Hangat...

Saat ini Indonesia telah memasuki musim penghujan yang artinya kita harus waspada dengan peningkatan kejadian infeksi jamur di hewan kesayangan kita. Sebenarnya infeksi jamur bisa terjadi kapan saja, sepanjang situasi dan kondisi mendukung seperti lingkungan lembab, dingin dan gelap.
Dermatophytosis adalah istilah yang ditujukan untuk infeksi jamur yang juga dikenal dengan istilah "Ring Worm" dan perlu diingat disini bahwa "worm" dalam istilah "ring worm" sama sekali tidak ada hubungan dengan infeksi cacing. Ringworm sendiri bersifat zoonosis yang artinya manusia dapat tertular oleh hewan yang terkena infeksi ringworm.



Kucing yang terinfeksi ringworm dengan lesi bulat sedikit menonjol diatas permukaan kulit dan Manusia yang juga terinfeksi ringworm di lengan dengan lesi bulat berwarna merah

Terdapat beberapa spesies jamur yang menjadi penyebab ringworm yaitu Microsporum canis, Microsporum gypseum, Tricophyton mentagrophytes. Spora jamur-lah yang bertugas "menginfeksi" dan dapat hidup diluar tubuh hewan selama 18 bulan dengan suhu dan kelembaban lingkungan yang sesuai. Proses penularannya yaitu  secara langsung maupun tidak langsung seperti :
  1. Kontak langsung dengan hewan penderita.
  2. Spora dari hewan terinfeksi yang tertinggal di alat grooming yang kemudian alat tersebut digunakan oleh hewan sehat -> hewan sehat terinfeksi.
  3. Spora dari hewan terinfeksi tertinggal di kandang, lantai rumah dan tempat tidur hewan yang kemudian tempat-tempat tersebut ditinggali oleh hewan peliharaan yang sehat atau anakan yang baru lahir maka hewan sehat dan anakan pun ikut terinfeksi.
  4. Anakan hewan yang memiliki sifat pembawa (carrier) infeksi ringworm sejak lahir. Saat baru lahir anak yang memiliki sifat pembawa ini tidak menunjukkan gejala terinfeksi ringworm namun nanti saat kekebalannya menurun maka infeksi ringworm akan muncul dengan sendirinya. 

Pengobatan ringworm ini sebenarnya tidaklah rumit hanya saja perlu kesabaran dan ketelatenan cukup tinggi. Ada beberapa usaha pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya seperti :
  1. Karantina. Hewan penderita ringworm sebaiknya dihindarkan atau dibedakan tempat tinggalnya dari hewan sehat. 
  2. Desinfeksi seluruh halaman, lantai, dan tempat tidur atau kandang tempat dimana hewan sering beraktifitas.
  3. Pastikan hewan bila usai dimandikan, keringkan dengan seksama. Seringkali hewan yang dikeringkan menggunakan hair dryer, bulu yang kering hanya dibagian luar sementara bulu yang dekat kulit akan (juga)terasa lebih hangat/lembab. 
  4. Peralatan yang biasa digunakan hewan seperti kandang, tempat makan-minum seusai dicuci dikeringkan dibawah sinar matahari.
 Spora ringworm dari hasil pemeriksaan secara mikroskopis

"wood's-lamp" atau lampu UV bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan spora jamur yang 50% diantara varian spesies tersebut memancarkan cahaya fluoresens dalam gelap jika terpapar dengan cahaya dari wood's lamp


Bila memang hewan sudah terinfeksi ringworm maka sebaiknya dilakukan beberapa tindakan seperti :
  1. Mandikan hewan seminggu sekali dengan sampo anti jamur yang khusus tersedia di dokter hewan atau petshop.
  2. Daerah terinfeksi ringworm sebaiknya dicukur bulu-bulu yang ada disekitarnya untuk memudahkan aplikasi pemberian salep antijamur.
  3. Kunjungi dokter hewan terdekat agar dilakukan pemeriksaan fisik serta pemberian terapi injeksi yang lebih efektif daripada terapi luar. Dokter hewan juga akan memberikan obat minum bila infeksi yang diderita cukup berat.
  4. Beri tambahan suplemen vitamin A-C-E untuk membantu regenerasi jaringan kulit.
Pertanyaan lebih lanjut silahkan follow kami di Twitter : @dokterhewanku


Rabu, 02 November 2011

Kenapa kelinci saya tiba-tiba mati?

Salam Hangat...

Beberapa saat yang lalu ada followers kami yang bertanya mengapa kelinci-nya mati mendadak sementara di sehari sebelumnya ia nampak lincah dan baik-baik saja serta tidak ada keluhan sehubungan dengan nafsu makannya. Ditambah ada kawan dari followers kami yang juga menyatakan bahwa kelincinya dalam 2 minggu terakhir meninggal sebanyak 7ekor. Pertanyaan mereka, benarkah terjadi wabah penyakit kelinci yang mengakibatkan kelinci mereka meninggal mendadak dan dalam jumlah banyak?


Sebenarnya banyak hal yang harus diamati. Kemungkinan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Jenis makanan. Makanan kelinci ada 2 jenis. Makanan kering/pellet dan Makanan basah seperti sayur dan rumput. Makanan kering cenderung lebih aman, lebih steril hanya saja kelinci tetap membutuhkan serat dan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Makanan basah yang harus diperhatikan yaitu jenis sayuran seperti kangkung dan kubis yang merupakan sayuran dengan potensi produksi gas yang tinggi, yang dapat mengakibatkan banyak gas memenuhi saluran cerna kelinci dan bila kondisi tersebut berlanjut mengakibatkan kelinci sakit perut dan usus yang terus mengembang akan mendesak diafragma yg lama kelamaan akan menghalangi saluran pernafasan sehingga kelinci akan sulit bernafas dan meninggal. Tapi ada kalanya kelinci tetap baik-baik saja sekalipun sehari-harinya diberi makan kangkung karena frekuensi pemberian yang tidak terlalu sering ataupun terlalu banyak karena kelinci merupakan hewan pengerat yang akan selalu memiliki kebiasaan mengigit-gigit seperti  halnya tikus, jadi diberi kangkung berapa ikat sekalipun jika dia memang lapar atau ingin mengerat maka ia akan tetap memakan apa saja yang ada didepannya. Makanan utama kelinci memang rumput, jadi sebaiknya sediakan pula rumput bila jenis pakan utama kelinci anda dirumah adalah pelet/pakan kering.
  2. Predator. Boleh jadi memang kelinci anda aman didalam kandangnya, tapi tetap berhati-hatilah pada tikus yang badannya berukuran besar. Tikus akan tanpa ragu-ragu menyerang kelinci anda terutama bila kelinci anda masih berusia muda/berukuran kecil.
  3. Tanggal kadaluarsa makanan. Hal ini paling mungkin terjadi pada makanan kering/pellet. Selalu ingat untuk selalu mengecek kembali tanggal kadaluarsa pakan kering yang anda beli dari supermarket/petshop. Makanan kadaluarsa akan ditumbuhi bakteri yang berbahaya bagi saluran cerna kelinci.
  4. Intoksikasi/ Keracunan. Banyak zat kimia berbahaya disekitar kita yang tidak tampak terutama dari alat-alat rumah tangga. Pastikan kelinci anda tidak bebas berkeliaran disekitar benda/bahan yang mengandung kimia berbahaya seperti sabun, racun serangga/racun tikus, cairan pembersih lantai dan sejenisnya, karena keingintahuan mereka seringkali tanpa sepengetahuan kita jika mereka dibiarkan berkeliaran bebas dalam rumah.
  5. Kebersihan kandang. kandang yang baik adalah kandang yang minim kontak antara kotoran (baik feses maupun urin) dengan badan kelinci itu sendiri. Pastikan setiap kali mereka buang kotoran, kotorannya tidak tergenang/berserakan didekatnya. Jikalau memungkinkan, setiap mereka buang kotoran harus selalu dibersihkan. Sebaiknya pilih kandang yang mana alasnya renggang sehigga saat mereka buang kotoran, kotorannya akan keluar/terjatuh dari kandang. Kandang juga sebaiknya mendapat sinar matahari pagi yang cukup untuk membantu tetap kering/meminimalkan tingkat kelembaban. 
Nah.. 5 poin diatas itu merupakan faktor umum yang patut dicurigai. Bila rasa ingin tahu tak kunjung terobati, maka minta dokter hewan melakukan tindak nekropsi/bedah bangkai untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perubahan apa yang terjadi didalam tubuh kelinci tersebut.
Pertanyaan lebih lanjut follow kami di @dokterhewanku