Minggu, 13 November 2011

Musim Hujan? Waspada Infeksi Jamur di Hewan Kesayangan Anda.

Salam Hangat...

Saat ini Indonesia telah memasuki musim penghujan yang artinya kita harus waspada dengan peningkatan kejadian infeksi jamur di hewan kesayangan kita. Sebenarnya infeksi jamur bisa terjadi kapan saja, sepanjang situasi dan kondisi mendukung seperti lingkungan lembab, dingin dan gelap.
Dermatophytosis adalah istilah yang ditujukan untuk infeksi jamur yang juga dikenal dengan istilah "Ring Worm" dan perlu diingat disini bahwa "worm" dalam istilah "ring worm" sama sekali tidak ada hubungan dengan infeksi cacing. Ringworm sendiri bersifat zoonosis yang artinya manusia dapat tertular oleh hewan yang terkena infeksi ringworm.



Kucing yang terinfeksi ringworm dengan lesi bulat sedikit menonjol diatas permukaan kulit dan Manusia yang juga terinfeksi ringworm di lengan dengan lesi bulat berwarna merah

Terdapat beberapa spesies jamur yang menjadi penyebab ringworm yaitu Microsporum canis, Microsporum gypseum, Tricophyton mentagrophytes. Spora jamur-lah yang bertugas "menginfeksi" dan dapat hidup diluar tubuh hewan selama 18 bulan dengan suhu dan kelembaban lingkungan yang sesuai. Proses penularannya yaitu  secara langsung maupun tidak langsung seperti :
  1. Kontak langsung dengan hewan penderita.
  2. Spora dari hewan terinfeksi yang tertinggal di alat grooming yang kemudian alat tersebut digunakan oleh hewan sehat -> hewan sehat terinfeksi.
  3. Spora dari hewan terinfeksi tertinggal di kandang, lantai rumah dan tempat tidur hewan yang kemudian tempat-tempat tersebut ditinggali oleh hewan peliharaan yang sehat atau anakan yang baru lahir maka hewan sehat dan anakan pun ikut terinfeksi.
  4. Anakan hewan yang memiliki sifat pembawa (carrier) infeksi ringworm sejak lahir. Saat baru lahir anak yang memiliki sifat pembawa ini tidak menunjukkan gejala terinfeksi ringworm namun nanti saat kekebalannya menurun maka infeksi ringworm akan muncul dengan sendirinya. 

Pengobatan ringworm ini sebenarnya tidaklah rumit hanya saja perlu kesabaran dan ketelatenan cukup tinggi. Ada beberapa usaha pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya seperti :
  1. Karantina. Hewan penderita ringworm sebaiknya dihindarkan atau dibedakan tempat tinggalnya dari hewan sehat. 
  2. Desinfeksi seluruh halaman, lantai, dan tempat tidur atau kandang tempat dimana hewan sering beraktifitas.
  3. Pastikan hewan bila usai dimandikan, keringkan dengan seksama. Seringkali hewan yang dikeringkan menggunakan hair dryer, bulu yang kering hanya dibagian luar sementara bulu yang dekat kulit akan (juga)terasa lebih hangat/lembab. 
  4. Peralatan yang biasa digunakan hewan seperti kandang, tempat makan-minum seusai dicuci dikeringkan dibawah sinar matahari.
 Spora ringworm dari hasil pemeriksaan secara mikroskopis

"wood's-lamp" atau lampu UV bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan spora jamur yang 50% diantara varian spesies tersebut memancarkan cahaya fluoresens dalam gelap jika terpapar dengan cahaya dari wood's lamp


Bila memang hewan sudah terinfeksi ringworm maka sebaiknya dilakukan beberapa tindakan seperti :
  1. Mandikan hewan seminggu sekali dengan sampo anti jamur yang khusus tersedia di dokter hewan atau petshop.
  2. Daerah terinfeksi ringworm sebaiknya dicukur bulu-bulu yang ada disekitarnya untuk memudahkan aplikasi pemberian salep antijamur.
  3. Kunjungi dokter hewan terdekat agar dilakukan pemeriksaan fisik serta pemberian terapi injeksi yang lebih efektif daripada terapi luar. Dokter hewan juga akan memberikan obat minum bila infeksi yang diderita cukup berat.
  4. Beri tambahan suplemen vitamin A-C-E untuk membantu regenerasi jaringan kulit.
Pertanyaan lebih lanjut silahkan follow kami di Twitter : @dokterhewanku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar