Rabu, 31 Juli 2013

Musim mudik sudah dekat, hewan kesayangan kamu ikut atau dititipkan?

Salam Hangat...

Lebaran sebentar lagi... sudah siapkah persiapan mudiknya? :D
Sudah menjadi tradisi di negara kita, setiap hari raya banyak orang yang bepergian menuju daerah asal untuk bertemu dan berkumpul bersama sanak saudara atau berlibur ke suatu tempat bersama keluarga. Lalu.. bagaimana dengan para pemilik hewan kesayangan yang akan mudik atau berlibur? Apakah kalian membawa serta hewan kesayangan kalian atau menitipkannya pada teman/tetangga/tempat yang khusus menyediakan jasa penitipan hewan?



Berikut ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan ketika akan menitipkan atau membawa serta hewan kesayangan dalam rangka mudik atau berlibur :

Membawa Serta Hewan Kesayangan Dalam Perjalanan
Bila membawa serta hewan kesayangan dalam perjalanan (mudik), pastikan hewan kesayangan kalian adalah tipe hewan dengan kepribadian yang tidak mudah stress, sebab jika ia mudah stress maka perjalanan tersebut nantinya akan berisiko bagi hewan kesayangan kalian. Gejala hewan mengalami stress dalam perjalanan seperti nafas terengah-engah dengan frekuensi cepat, mulut mengeluarkan liur sampai dengan muntah-muntah dan pingsan. Tentunya kalian tidak ingin perjalanan mudik kalian malah membuat hewan kesayangan kalian menderita, bukan... Oleh karena itu, bila ia memang harus dibawa serta sementara ia tipe yang mudah stress, berikut beberapa saran dari kami:
  • Periksakan kondisi fisiknya ke dokter hewan sebelum memulai perjalanan untuk mengetahui apakah ia layak dibawa serta dalam perjalanan atau tidak.
  • Bawa dan letakkan ia menggunakan "pet cargo" dan letakkan alas yang biasa ia pakai sehari-hari untuk tidur didalam pet cargo tersebut. ukuran pet cargo juga harus luas, pastikan ia masih bisa berdiri dan bergerak memutar dengan leluasa dalam pet cargo tersebut.

  • Letakkan ia dibagian yang dekat dengan kalian(masih dalam pet cargo) sehingga kalian bisa mengawasinya, sesekali berikan ia air minum(dengan bantuan pipet) atau tawari sedikit makanan. sedikit saja makanannya ya..kalau terlalu banyak(kekenyangan) dikuatirkan ia akan muntah. 

  • Bila kalian membawanya dengan menggunakan mobil pribadi, sebaiknya hentikan laju kendaraan tiap 2-3 jam sekali, selain pengemudi dapat beristirahat begitu pula dengan hewan kesayangan kalian bisa sedikit beristirahat dari perasaan stress yang sedang dialaminya dan memberinya waktu untuk berbaring dengan santai, makan dan minum. Perlu diingat, untuk perjalanan ini, kami tidak menganjurkan hewan kesayangan dibawa dalam perjalanan darat yang jarak tempuhnya terlalu jauh, maksimal masih dalam 1 propinsi, lebih dari itu risiko hewan untuk lebih stress menjadi semakin besar. 

  • Bila harus membawanya dengan angkutan darat (bis/kereta api) yang tentunya kita tidak bisa berhenti sesuka hati, maka sebelum perjalanan kunjungi dokter hewan dan tanyakan mengenai alternatif pemberian obat penenang untuk hewan kesayangan kalian agar selama perjalanan ia tidak stress. Ingat ya, obat tersebut harus atas persetujuan dokter hewan jika tidak, sebaiknya menitipkan hewan kesayangan kalian pada tempat yang kalian percaya.
Menitipkan Hewan Kesayangan
Menitipkan hewan kesayangan adalah pilihan terbaik, mengingat perjalanan mudik yang identik dengan macet sehingga lama perjalanan melebihi durasi yang seharusnya. Berikut ada beberapa hal yang harus diingat ketika kalian akan menitipkan hewan kesayangan kalian:
  • Pastikan hewan sudah lengkap status vaksinasinya. Periksa kembali buku vaksin hewan kalian, bila sudah saatnya diulang, segera bawa ke dokter hewan untuk dilakukan vaksinasi ulang. 
  • Pilih tempat/orang yang sudah dikenal dengan baik oleh hewan kesayangan kalian. Tentunya hewan akan merasa lebih nyaman pada tempat/orang yang ia telah kenal.

  • Pilih tempat penitipan hewan yang juga terdapat dokter hewan sebagai pemilik/pengawasnya, karena tentunya jika terjadi sesuatu pada hewan akan lebih cepat penanganannya.

  • Pilih tempat penitipan hewan yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik di ruang penitipannya dan sebagai pencegahan, berikan obat anti kutu sebelum menitipkannya sebab kita tak akan pernah tau apakah tempat tersebut 100% bebas kutu atau mungkin saja tertular kutu dari sesama hewan yang dititipkan. 
  • Sertakan juga mainan, alas tidur, tempat makan, dan makanan serta barang-barang kesayangan hewan kalian agar ia merasa lebih nyaman sekalipun jauh dari rumah dan pemiliknya.

  • Jika menitipkan hewan untuk jangka waktu yang lama, coba luangkan waktu dan tanyakan keadaan hewan kalian disana sehingga selain kalian bisa memantau keadaannya, penyedia jasa penitipan juga akan terbantu karena telah diingatkan untuk mengecek ulang hewan-hewan yang dititipkan disana.


Demikian beberapa saran dari kami untuk kalian yang sedang bersiap melakukan perjalanan mudik atau berlibur. Selalu simpan nomer telepon dokter hewan kepercayaan anda jika sewaktu-waktu dalam perjalanan terjadi kasus darurat sehingga dokter hewan anda bisa membantu mengarahkan anda melakukan pertolongan pertama atau memberi arahan dokter hewan terdekat.
Semoga bermanfaat dan selamat berlibur... ;)

Pertanyaan dan tanggapan bisa disampaikan melalui akun twitter : @dokterhewanku ya.. Terimakasih.

Rabu, 26 Desember 2012

Kenapa kucing doyan tidur? Apakah kucing juga bermimpi?

Salam Hangat...

Kucing identik dengan tukang tidur dan pemalas. Berapa banyak gambar tentang kucing yang kita temukan dari mesin pencari seperti Google dan menunjukkan aktivitas mereka yang sedang tidur atau berbaring malas. Menurut artikel yang kami baca di www.catster.com, dijelaskan kenapa kucing doyan tidur? Apakah ia sepenuhnya tertidur? Dapatkah kucing bermimpi?

kucing milik @yeyessie


kucing milik @dessycio

Berikut beberapa fakta mengenai aktivitas tidur kucing:



  1. Kucing menghabiskan waktu sampai dengan 16jam/hari untuk tidur. Pada kucing yang lebih tua, kucing dapat tidur sampai dengan 20jam/hari. Kebiasaan tidur si kucing merupakan kombinasi dari : evolusi, pemenuhan nutrisi(pakan) dan fisiologis. Di alam bebas, keluarga kucing berburu untuk mendapatkan makanan, dengan itu mereka harus mengintai, mengejar dan membunuh mangsa. Tidur membantu memulihkan energi. 
  2. Kucing tidak sepenuhnya tidur pulas. 3/4 hari dihabiskan kucing untuk tidur-tiduran(tidak sepenuhnya tidur) istilahnya "snooze mode" sehingga mereka tetap waspada namun tetap bisa beristirahat. Snooze mode pada kucing ditandai dengan mata terbuka sedikit, telinga bergerak mengikuti arah datangnya sumber suara/gerakan.
  3. Ketika kucing tertidur pulas (deep sleep), kucing pun bermimpi dalam tidurnya.1/4sisa waktunya dalam 1 hari, kucing akan tertidur pulas (mata terpejam rapat). Bila kalian pernah melihat kucing yang sedang tertidur sementara telapak-telapak kaki dan kumisnya  nampak bergerak-gerak tanpa kontrol, pertanda, bisa jadi si kucing sedang bermimpi. Kucing dengan usia lebih tua(diatas 8 tahun) bisa  menghabiskan 40% waktunya untuk tidur pula.
  4. Beberapa ekor kucing juga mendengkur ketika sedang tidur pulas. Kucing breed (ras) "hidung-pendek" seperti Persian, Himalayan dan Exotic Shorthair lebih sering mendengkur dibandingkan kucing berhidung "mancung". 
  5. Perubahan pola tidur juga merupakan tanda ada kelainan pada kucing. Memungkinkan sekali jika ia sedang sakit. Maka amati dan konsultasikan dengan dokter hewan kepercayaan anda.
Semoga penjelasan di atas bisa sedikit memberi pencerahan. Pertanyaan bisa disampaikan dengan mention kami di akun twitter @dokterhewanku :D

kucing milik @asihsri


 sumber

Jumat, 23 November 2012

Stress Pada Hewan Kesayangan

Salam Hangat...

Mungkin kita sering mengeluh "hari ini bete banget..stress nih!" sama halnya dengan hewan kesayangan, mereka dapat juga merasakan hal serupa.. mereka bisa bosan sehingga berakibat dapat menurunkan nafsu makan dan lain sebagainya. Jika kondisi tidak sesuai dengan kebiasaan mereka, hewan kesayangan kita pun bisa menjadi stress dan kemudian akan mempengaruhi kondisi kesehatan mereka. 

Sebenarnya macam-macam penyebab stress itu apa aja, sih
  • berada dalam perjalanan dekat/jauh.
  • sakit dan masa penyembuhan.
  • masa kawin. 
  • hamil dan melahirkan serta menyusui.
  • pindah lingkungan baru dan kedatangan hewan peliharaan baru.
  • berada di penitipan hewan atau dirawat oleh pemilik yang berbeda.
  • suhu lingkungan yang terlalu tinggi (heat stress).
  • pasca vaksinasi.
  • saat dimandikan (terutama kucing).
  • terlalu lama dikandangkan atau bahkan tidak pernah dikeluarkan dalam kandang.
  • pergantian komposisi pakan atau mengganti makanan yang berbeda sama sekali dari biasanya.
Lalu apa tandanya kalau hewan kesayangan kita sedang stress?
  • nafsu makan menurun sampai tidak mau makan sama sekali.
  • aktivitas minim, lebih sering tidur.
  • bulu rontok lebih banyak dari biasanya.
  • buang kotoran diluar litter box (terutama kucing).
  • merusak beberapa perabot rumah (terutama anjing yang ditinggal sendirian dirumah).
  • demam, diare, bersin, dan muntah. bila sudah berada di tahap ini harap segera berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.
Apa yang harus kita lakukan saat hewan kesayangan kita menunjukkan gejala stress?

Perlu diingat, penanganan menyesuaikan dengan penyebab.
  • Perjalanan: sediakan ruang khusus setelah ia tiba, siapkan air bersih dan wetfood atau makanan yang biasanya ia makan bila memang ia berkenan untuk segera makan. Beberapa individu hewan ada yang bisa bertoleransi baik dengan perjalanan jauh sehingga sesampainya ditempat tujuan ia akan langsung bersedia makan seperti biasa. Ada juga individu hewan yang sama sekali tidak mau makan dengan nafas terengah-engah, berliur dan bahkan lemas. Untuk kondisi terakhir sebaiknya langsung minumkan air dan boleh ditambahkan madu cukup 1 sendok teh dan hubungi dokter hewan terdekat.
  • Anggota baru: maksudnya adalah kedatangan hewan peliharaan baru. Coba pisahkan hewan yang baru datang tersebut dalam kandang. Biarkan hewan peliharaan anda yang pertama tersebut mengenalinya dan coba kumpulkan mereka secara bertahap dalam 1 ruang khusus. Bila hewan yang lama berkenan tentunya saat didekati oleh hewan baru tersebut ia tidak akan marah atau lari bersembunyi, kan? :) Perlu diingat, hewan juga bisa merasa iri akan hewan yang baru datang tersebut dan mungkin saja ia akan ngambek sehingga mendadak tidak mau makan sampai bahkan mungkin sakit, maka segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ada baiknya memisahkan hewan yang lama dari yang baru, untuk mengamati status kesehatan masing-masing, dikuatirkan hewan baru membawa penyakit tertentu yang mungkin dapat menular pada hewan yang lama.
  • Lingkungan baru: saat ia baru saja datang di rumahnya yang baru, bebaskan ia, beri ia kesempatan mengenali lingkungan barunya sampai ia menemukan ruangan yang nyaman baginya. Atau bila memang anda sudah menyiapkan ruangan khusus, sebaiknya ruangan tersebut dibersihkan dengan desinfektan dan harus memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang baik.
  • Kondisi hamil-melahirkan-menyusui: bisa dibantu dengan memberi tambahan multivitamin. Mempersiapkan hewan yang akan melahirkan bisa dibaca disini. :)
  • Masa kawin: ini berkaitan dengan siklus hormon. Terutama bagi yang hanya memiliki 1 ekor hewan peliharaan, carikan ia "jodoh". Biasanya hewan yang sedang dalam masa kawin bisa sampai tidak mau makan sama sekali. Usai masa kawin maka ia akan kembali seperti biasa. Beberapa penyebab hewan tidak mau makan yang lain bisa dibaca disini. Bagi yang tidak menginginkan hewannya berkembangbiak, konsultasikan dengan dokter hewan tentang prosedur sterilisasi untuk hewan tersebut.
  • Pasca vaksinasi: seperti anak kecil yg usai vaksinasi, hewan juga bisa rewel akibat tubuh yang bereaksi dengan vaksin tersebut. Multivitamin dapat membantu meminimalkan efek pasca vaksinasi dan perlu diingat, pastikan hewan sehat saat akan dilakukan vaksinasi.
  • Menitipkan hewan: jika memang ia harus dititipkan sertakan semua yang membuatnya nyaman(kandang/alas/mainan). Bila memang hewan kesayangan anda tipe yang terlalu manja sementara anda harus meninggalkannya dengan orang lain, sempatkan untuk menelpon dan minta orang yang merawat untuk memberikan telpon anda pada hewan anda agar ia dapat mendengar suara anda. ;)
  • Hewan yang dikandangkan: beri kesempatan mereka bermain diluar kandangnya antara 1-2 jam. Ajak mereka bermain sambil menyisir bulunya. Sempatkan juga membersihkan telinga, potong kuku,  dan amati keadaan kulit-bulu mungkin terdapat kutu/luka. Cara memotong kuku yang benar bisa dibaca disini. Tentunya ini juga bisa memperat ikatan antara hewan dan pemiliknya. ;)
  • Suhu lingkungan yang terlalu tinggi: beberapa hewan dengan bulu yang tebal dan panjang tentunya akan menderita bila berada dalam suhu/cuaca yang panas dan lembab. Bila anda tak ingin hewan anda menjadi stress karena hal tersebut maka sebagai konsekuensinya hewan tersebut harus diletakkan di ruangan dengan penyejuk udara atau berada dalam ruangan dengan yang baik pergantian aliran udaranya. Jika anda tetap memaksa mereka berada dalam ruangan yang sempit/lembab maka bisa menyebabkan kerontokan bulu, pertumbuhan jamur, dan gangguan metabolisme tubuh lainnya.
  • Pergantian menu makanan: pernah kita jumpai hewan kita menjadi diare dan terdapat bercak darah pada fesesnya. Itu bisa saja terjadi bila kita memberi mereka menu makanan yang berbeda sama sekali dari apa yang biasa ia makan karena sistem pencernaan mereka belum terbiasa dengan komposisi makanan yang baru tersebut. Disarankan saat kita ingin mengganti menu/merk makanan untuk hewan kesayangan kita, campurkan dengan makanan yang biasa ia makan dengan pola 1(baru):3(lama) - 2(lama):2(baru) - 3(baru):1(lama) lalu barulah beri ia makanan yang baru tanpa makanan yang lama. Namun ada juga individu hewan yang tidak memerlukan proses pencampuran tersebut.
  • Memutar musik klasik/musik yang tenang dipercaya bisa menurunkan stress pada hewan kesayangan.
Demikian beberapa penjelasan dari kami terkait stress yang terjadi pada hewan kesayangan. Semoga dapat membantu dan bila ada pertanyaan silahkan follow akun twitter kami @dokterhewanku.


Jumat, 12 Oktober 2012

Berbahayakah bila kucing sampai memuntahkan hairball?

Salam Hangat...

Pemilik hewan peliharaan terutama kucing tentunya pernah sekali waktu menemukan kucing peliharaannya terbatuk-batuk disertai nafasnya tersengal-sengal dan sesaat kemudian kucing tersebut nampak memuntahkan sesuatu. Bila didekati muntahan tersebut akan nampak licin dan berserabut dan mungkin nampak bercampur dengan sisa makanan yang sudah hancur. Pada kucing yang biasa tinggal diluar rumah, dalam muntahan tersebut kadang bisa ditemui beberapa potongan rumput.
Bila anda sudah cukup pengalaman, tentunya anda tidak merasa kuatir sebab muntahan tersebut, kita kenal dengan istilah "hairball", merupakan salah satu mekanisme metabolisme yang normal pada kucing. Kucing sebagai karnivora dilengkapi dengan sistem pencernaan yang dapat mencerna bulu yang dimaksudkan mencerna bulu disini adalah bulu dari hewan yang dimangsa seperti misal bulu tikus.

contoh gambar beberapa bentukan hairball
(sumber : www.natureblog.com)

Pertanyaannya, mengapa sampai timbul hairball? Dan bagaimana mekanisme pembentukan hairball itu sendiri?

Kucing akan menghabiskan sebagian besar waktunya selain untuk tidur juga untuk grooming atau menjilati bulunya. Berbeda dengan anjing yang jarang melakukan hal ini kecuali memang ada yang sangat mengganggu daerah kulit/bulu anjing tersebut. 

kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk grooming

Lidah kucing dengan permukaannya yang kasar itulah yang menangkap bulu-bulu yang telah mati(rontok)dan otomatis bulu tadi akan ikut tertelan dalam saluran cerna si kucing. Bulu yang tertelan dan sukses melalui sistem pencernaan maka akan dikeluarkan dari saluran cerna bersama-sama dengan kotoran(feses) dan bulu yang tidak tercerna dengan baik terutama dalam keadaan kondisi lambung penuh atau pergerakan saluran cerna yang tidak baik maka bulu tersebut berkumpul dan bercampur dengan cairan lambung yang semakin lama semakin besar sehingga tidak dapat melalui saluran cerna bawah (usus) maka kumpulan bulu itu akan naik hingga mencapai tenggorokan dan kucing akan bereaksi dengan batuk-batuk, mual sampai muntah dan keluarlah kumpulan bulu atau hairball tersebut.
Logikanya, semakin sering kucing menjilati tubuhnya maka akan semakin banyak bulu yang ikut tertelan. Bulu kucing yang panjang (dan cenderung lebat) akan lebih sulit dicerna dibanding dengan bulu kucing yang pendek maka dalam hal ini, kucing yang berbulu panjang akan lebih rentan mengalami pembentukan hairball dibanding dengan kucing berbulu pendek. 

kucing berbulu panjang yang lebih rentan mengalami pembentukan hairball
Sekalipun hairball merupakan mekanisme metabolisme tubuh kucing yang normal, pemilik hendaknya tetap waspada, mengapa?
Kucing memuntahkan hairball biasanya dengan frekuensi dua-tiga kali dalam satu bulan. Namun kadang ditemukan kucing yang menunjukkan gejala seperti akan memuntahkan hairball namun ternyata tidak keluar apapun dari dalam mulutnya atau hanya keluar cairan lambung berwarna putih sampai kekuningan. Sekali-dua kali mungkin tidak masalah sepanjang kucing masih beraktivitas dengan normal, namun bila sampai berulang kali dan disertai gejala tidak mau makan, lemas dan kesulitan bernafas maka anda harus segera membawanya ke dokter hewan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan secara lengkap.

 dengan kepala cenderung mendekati tanah, batuk-batuk lalu kemudian memuntahkan hairball

Lantas apa yang akan dilakukan dokter hewan dengan gejala tersebut? Pertama-tama dokter hewan akan menanyakan seberapa sering kucing anda memuntahkan hairball nya, jenis makanan kucing tersebut apakah makanan jadi (catfood) atau si pemilik membuatkan makanan sendiri(misal ikan rebus) dan pola tinggal si kucing yaitu apakah kucing dirumah saja atau berkelana dan sesekali pulang ke rumah. Untuk pemberian catfood sendiri, saat ini sudah banyak catfood komersial yang mengandung formula yang membantu mengeliminasi hairball dari dalam tubuh. Pada kucing yang terbiasa makan-makanan dari luar rumah (berburu tikus atau makan-makanan yang ada di jalan) umumnya jarang ditemui kasus hairball, karena kucing tersebut lebih aktif sehingga metabolisme tubuh pun menjadi aktif dan kucing juga terkadang secara spontan memakan rumput untuk membantu meningkatkan fungsi sistem pencernaannya jadi kadang dalam muntahan hairball dapat ditemui beberapa potongan rumput. Beberapa alasan lain mengapa kucing makan rumput juga bisa dibaca disini. Dokter hewan juga akan menyarankan pemeriksaan dengan menggunakan alat x-ray untuk melihat kondisi saluran cerna dan untuk mengetahui seberapa besar ukuran hairball yang tidak dapat dikeluarkan. Bila ukurannya terlalu besar maka prosedur operasi pun harus ditempuh. 

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan si kucing dari hairball yang membahayakan. 


  • Rutin menyisir/menyikat bulu si kucing setiap hari. Selain meningkatkan keakraban kucing dan pemilik, bulu yang rontok akan ikut bersama dengan sisir. Untuk kucing berbulu panjang, sisirlah sampai 2kali dalam sehari.
  • Berikan pakan dengan formula yang membantu mengeliminasi hairball. Home-made food juga baik karena lebih banyak mengandung air dibandingkan dengan catfood yang kering.
  • Berikan lebih banyak minum dan tumbuhkan rumput untuk kucing tersebut dapat memakannya dan harap diingat, rumput yang ditumbuhkan hendaknya tidak disemprot dengan insektisida.
  • Ajak kucing tersebut bermain(untuk kucing yang tinggal di rumah/kandang saja) dengan ia aktif maka akan membantu saluran cerna nya menjadi aktif dan akan membantu pengeluaran hairball secara semestinya.
Demikian beberapa hal umum yang bisa kami jelaskan terkait hairball dan pencegahannya, selamat mencoba dan bila masih ada yang ditanyakan, silahkan mention kami di akun twitter @dokterhewanku. Namun bila anda hendak berobat, langsung saja kunjungi dokterhewan kepercayaan anda.
Good Luck :D



Selasa, 02 Oktober 2012

Infeksi Cacing Pada Hewan Kesayangan dan Pencegahannya.

Salam Hangat...

Cacingan. Yap! Ini adalah topik yang paling sering ditanyakan baik di meja praktek maupun di tab mention @dokterhewanku  :D Baiklah, untuk posting kali ini maka kami akan coba menjelaskan perihal umum terkait cacingan yang biasa menyerang hewan kesayangan dan bagaimana pencegahannya.

Hewan kesayangan yang menderita cacingan biasanya disebabkan oleh 4 "tipe" cacing yaitu roundworm (cacing gelang), tapeworm (cacing pipih), hookworm (cacing kait), dan ada lagi (tidak ada pada gambar diatas) whipworm (cacing cambuk). Anjing dan kucing paling sering menderita infeksi cacing yang disebabkan oleh cacing pipih dan cacing gelang. Disini kami tidak akan menjelas kan perihal jenis-jenis cacing dan struktur cacing tapi kami coba tunjukkan perbandingan struktur ke empat tipe cacing tersebut pada gambar tersebut dibawah.


Lantas bagaimana kita bisa mengetahui bila hewan kesayangan kita terserang cacing? Berikut gejala klinis yang mungkin nampak.
  • Diare. Diare merupakan gejala spesifik yang tidak spesifik. Namun diare adalah salah satu wujud infestasi cacing yang berada dalam saluran cerna. Infestasi cacing akan menyebabkan gangguan saluran pencernaan mulai dari penyerapan nutrisi sampai dengan perusakan dinding sel usus. 
  • Berat badan menurun. Hal ini disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi. Biasanya juga dijumpai  pembesaran abdomen (pot-bellied appearance) terutama pada anakan (kitten/puppy).

  • Bercak darah pada feses. Feses dengan konsistensi yang baik (padat, tidak seperti pasta ataupun cair) namun bila disertai dengan keluarnya bercak/tetesan darah maka kita perlu waspada akan adanya infeksi cacing. Darah tersebut merupakan hasil dari aktivitas cacing yang merusak dinding usus. 
cacing kait yang sedang mengkaitkan dirinya pada dinding usus dan berakibat rusaknya dinding usus

  • Potongan segmen cacing pada feses. Terutama untuk infeksi cacing pipih yang memiliki struktur tubuh bersegmen, maka biasanya ada beberapa segmen tubuh cacing yang ikut keluar bersama dengan feses. Bila infeksinya bersifat berat maka segmen cacing bisa dengan mudah ditemukan disekitar anus. 
cacing pipih yang memiliki struktur tubuh bersegmen
  • Bulu kusam dan rontok. Gangguan penyerapan nutrisi yang mengakibatkan bulu menjadi kusam bahkan sampai rontok.
  • Nafsu makan menurun atau berlebihan. Biasanya hewan akan turun nafsu makan disebabkan dengan rasa tidak nyaman disekitar perut namun bisa juga hewan akan makan terus menerus karena rasa kenyang yang tak kunjung datang. Sekalipun hewan makan banyak tapi ia tetap nampak kurus maka kalian boleh waspada akan adanya infeksi cacing pada hewan kesayangan tersebut.
Infeksi cacing dapat dikonfirmasi dengan melakukan pemeriksaan feses(kotoran) yang diambil kurang dari 12 jam setelah dikeluarkan oleh hewan peliharaan kita. Dari pemeriksaan kotoran tersebut, jika positif terinfeksi cacing maka dapat ditemukan cacing pada fase telur. Terkadang hewan yang terinfeksi cacingan juga mengalami muntah dan muntahan sering disertai dengan keluarnya cacing fase dewasa.

Pernah timbul pertanyaan "rumah saya bersih, kucing saya makan cat food kering dan minum air mineral (matang), tetapi kenapa ia masih juga cacingan?" Nah, terkait pertanyaan tersebut, akan kami coba jelaskan beberapa alasannya. 

Terinfeksi kutu/pinjal. Kenapa bisa begitu? Perlu kita ketahui bersama, kutu/pinjal dapat bertindak sebagai "hewan perantara" penularan cacing. Ada beberapa cacing yang "menjalani satu atau beberapa fase hidupnya" didalam tubuh kutu/pinjal tersebut. Coba perhatikan siklus hidup beberapa cacing dibawah ini. 

  cacing pipih fase larva hidup didalam tubuh pinjal kucing --> kucing (tidak sengaja)menelan pinjal yang memiliki cacing pipih fase larva dalam tubuhnya --> larva cacing pipih sampai dan bertumbuh menjadi cacing pipih fase dewasa didalam usus halus kucing --> segmen cacing pipih dan telur cacing pipih ikut dikeluarkan bersama dengan feses kucing --> telur cacing pipih tertelan oleh larva pinjal --> pinjal menjadi dewasa ditubuh(kulit-bulu) kucing --> siklus berulang.

Sama halnya dengan infeksi cacing jantung yang biasa menyerang anjing. Perhatikan gambar. Gambar menunjukkan bahwa infeksi cacing jantung dimulakan oleh gigitan nyamuk yang mana mengandung larva infektif cacing jantung. Infeksi cacing jantung ini berbahaya sebab cacing fase dewasa akan hidup di pembuluh jantung anjing yang mengakibatkan sumbatan aliran darah dan bila infestasi cacing jantung dalam jumlah besar maka aliran darah ke jantung akan terganggu bahkan terhenti dan mengakibatkan kematian.


Penularan cacing juga bisa dari 1.) Hewan terinfeksi yang berada disekitarnya, dari tempat makan dan minum yang dipakai bersama dengan hewan penderita cacingan. 2.) Tertelan segmen cacing pipih dewasa. Makan makanan mentah yang belum tentu terjamin kebersihannya. 3.) Makan hewan buruan seperti cicak, kecoak, maupun tikus juga berpotensi menularkan cacing pada hewan kesayangan kita. 4.) Selain itu penularan juga dimulai sejak dalam kandungan yaitu bila induk menderita cacingan maka anak yang nanti dilahirkan otomatis akan terinfeksi begitu halnya dengan penularan melalui air susu induk. 

Sebagai pemilik yang baik, tentunya kita tidak ingin, kan.. bila hewan kesayangan kita sampai menderita cacingan.. maka, berikut langkah yang perlu kalian coba untuk menjaga agar hewan kesayangan kita terhindar dari infeksi cacing.
  1. Pemberian obat cacing secara rutin. Hal ini sering menjadi perdebatan bahkan dikalangan sesama dokter hewan. Ada yang setuju dengan pemberian obat cacing sejak usia 2 minggu, ada pula yang melarang. Namun semua dikembalikan pada dokter hewan yang menangani. Pemberian obat cacing sudah semestinya dibawah pengawasan dokter hewan. Memang, obat cacing untuk hewan banyak ditemukan dijual bebas di petshop tetapi, penggunaan secara berkala tanpa ada pengawasan dari dokter hewan hanya akan menjadikan obat tersebut berbahaya bagi hewan kesayangan kita. Dilihat dari jenis cacing yang begitu banyak maka sebenarnya harus diketahui dahulu jenis cacing apa yang menginfeksi maka barulah bisa menentukan jenis obat cacing yang sesuai untuk pemberantasan cacing tersebut. Jadi...diingat kembali ya...sekalipun kami sering menganjurkan pemberian obat cacing yang bisa anda cari obatnya di petshop, SELALU PERIKSAKAN KEMBALI kepada dokter hewan kepercayaan anda. Tanyakan pada dokter hewan anda, kira-kira perlukah memberikan obat cacing tiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekali?
  2. Pemberian obat cacing pada induk yang akan dikawinkan. Sudah kita ketahui dari keterangan diatas bahwa induk yang menderita cacingan akan menularkan cacing tersebut pada anak yang akan dilahirkan. SELALU konsultasikan pada dokter hewan kepercayaan anda mengenai program pemberian obat cacing untuk induk yang akan dikawinkan terutama bila induk berada didaerah rawan tertular infeksi cacing.
  3. Untuk kucing, sering-seringlah membersihkan litter box (kotak pasir) nya. Kotoran yang ada dalam litter box harus selalu diangkat, ganti litter box tiap 10 hari sekali dan pasir yang digunakan juga harus selalu dalam keadaan bersih. Kami sangat menganjurkan penggunaan pasir yang dapat menggumpal sehingga kotoran dapat langsung menggumpal dan dibuang dengan mudah. Namun bila kalian menggunakan pasir yang harus dicuci, maka cucilah pasir tersebut setiap hari, ya... ;)
  4. Wadah makan dan minum harus selalu dibersihkan setiap hari. 
  5. Alas kandang atau tempat dimana hewan peliharaan kita beraktivitas harus selalu dalam keadaan bersih, kering, tidak lembab dan cukup mendapat sinar matahari serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
  6. Periksakan kotoran hewan peliharaan pada klinik hewan atau dinas peternakan setempat setidaknya 1 tahun sekali atau 6 bulan sekali bagi hewan yang sedang dalam masa pengobatan.
  7. Minimalkan kontak dengan hewan liar(hewan yang berada diluar tempat tinggal) atau hewan buruan seperti serangga, cicak, kecoak dan tikus.
  8. Bagi yang memang sengaja melepaskan hewan peliharaannya untuk beraktivitas diluar rumah, maka pemerikaan kotoran dan pemberian obat cacing wajib hukumnya diberikan setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali dan tentunya masih tetap dibawah pengawasan dokter hewan. 
Demikian beberapa hal yang perlu kalian tahu seputar cacingan dan cara pencegahannya. Semoga bermanfaat dan bila ada pertanyaan, silahkan langsung mention kami di akun twitter @dokterhewanku.
Good Luck! :D

Kamis, 27 September 2012

Peralatan Yang Harus Disiapkan Menjelang Kelahiran

Salam Hangat...


Bila anda sedang menunggu kelahiran anak kucing/anjing peliharaan anda, kami ucapkan selamat! :D


Namun, sebagai pemilik sering kali merasa panik dan ingin membantu. Lantas bagaimana bila kita terjebak di situasi anjing/kucing kita mendadak melahirkan tepat dihadapan kita sementara waktu sudah menunjukkan tengah malam dan tentunya akan sulit menemukan tempat praktek dokter hewan yang masih buka.
Ada baiknya kalian coba baca tulisan kami terkait hal mempersiapkan kelahiran disini
Nah... seminggu sebelum kucing/anjing kalian melahirkan, berikut adalah beberapa peralatan yang harus selalu siap di kotak P3K terutama untuk hewan peliharaan yang sedang hamil.

Antiseptik cair untuk membersihkan luka 




Kasa steril untuk membersihkan luka dan menghentikan pendarahan.



Gunting dengan ujung tumpul-tumpul untuk membantu memotong plasenta. Menggunakan ujung tumpul-tumpul supaya meminimkan resiko melukai bagian lain baik dari tubuh anak maupun induk.


Dental floss untuk mengikat tali pusat yang terpotong, bila tidak diikat dikuatirkan pendarahan belum terhenti sempurna.



Baby nose suction (human product) untuk membantu membersihkan cairan yang terdapat di rongga mulut dan hidung anak yang baru lahir.



Underpad untuk alas baik untuk induk maupun anak yang baru lahir dan telah dibersihkan. Sering-seringlah mengganti underpad tersebut bila underpad kotor karena darah maupun cairan.


Alat pengukur suhu tubuh (termometer) untuk mengukur suhu tubuh induk baik sebelum maupun sesudah melahirkan. Suhu tubuh normal anjing/kucing sekitar 38-39,2 derajat Celcius. Menjelang proses kelahiran biasanya ditandai dengan turunnya suhu tubuh sekitar 37 derajat Celcius. 


Sediakan juga botol susu khusus anak hewan bila nanti mungkin si induk tidak mau menyusui anaknya. Tersedia banyak kitten/puppy milk replacer di petshop untuk anak hewan yang baru lahir. Buatlah susu sedikit-sedikit saja karna sebaiknya susu harus selalu segar tiap diminumkan. Untuk bayi baru lahir bisa diberi sekitar 1cc tiap jam sambil terus dicoba untuk menyusu pada induk.


Saat proses kelahiran terjadi, biasanya induk akan membuka sendiri kantong amnion yang membungkus anaknya dan kemudian induk akan memutus tali pusat sambil memakan plasenta yang telah diputuskan dari talipusat tersebut. Pastikan tidak ada plasenta tertinggal diperut induk untuk mencegah terjadinya infeksi pada induk. Bila anda masih merasa ragu, pemeriksaan oleh dokter hewan adalah satu-satunya jalan keluar.

1. nampak fetus berada di saluran kelahiran dan bersiap untuk dikeluarkan
 
2. nampak induk merobek kantong amnion dan menggigit tali pusat agar terpisah dari plasenta
 (untuk gambar 1 & 2  baca selengkapnya disini)

Respon anda kami tunggu di akun twitter kami @dokterhewanku
Good Luck! :D


Kamis, 24 Mei 2012

Sebuah ulasan tertunda untuk World Veterinary Day 2012

Salam Hangat...

Sebenarnya yang akan kami tulis kali ini memang sudah lewat masanya. Perihal perayaan "World Veterinary Day" yang diadakan pada tanggal 28 April 2012 lalu. Namun kami rasa tema World Veterinary Day ini penting untuk diketahui banyak orang terutama yang tidak sempat menyimak kultwit kami di akun twitter @dokterhewanku ;)
World Veterinary Day atau hari kesehatan hewan sedunia diperingati tiap tahun, minggu terakhir di bulan April. Lebih tepatnya di hari Sabtu, minggu terakhir di bulan April. Yang kali ini jatuh pada tanggal 28 April 2012. World Veterinary Day pertama kali diinisiasi oleh World Veterinary Association pada tahun 2000 dan di 2008 didukung sepenuhnya oleh OIE kepanjangan dari Office International des Epizooties = World Organization for Animal Health
 
Perayaan tersebut sejatinya mengingatkan kembali tugas dokter hewan yang salah satunya adalah "manusya mriga satwa sewaka" yang bermakna mensejahterakan manusia melalui kesejahteraan hewan. Pekerjaan dokter hewan mau tidak mau juga terkait perihal kesejahteraan manusia, diantaranya adalah pencegahan penyakit zoonosis atau penyakit menular dari hewan ke manusia. Beberapa contoh penyakit zoonosis misalnya Rabies, Avian Influenza (Flu Burung), Toxoplasmosis, TBC. Seperti pada perayaan World Veterinary Day tahun 2007, yang menitikberatkan pada peranan dokter hewan dalam mencegah terjadinya Pandemi (perluasan penyebaran penyakit) Flu Burung.


Sementara tema World Veterinary Day untuk tahun 2012 ini adalah “antimicrobial resistance” atau resistensi (yang ditimbulkan akibat penggunaan) antimikroba. Antimikroba yang dimaksud disini adalah penggunaan antibiotika. OIE menyebutkan "Antibiotics are NOT ordinary products&MUST be used in animals ONLY under the control of specialists such as well-trained VETERINARIANS". Bila kami boleh menerjemahkannya maka berarti "antibiotik bukanlah produk umum dan hanya dapat diberikan pada hewan atas sepengetahuan para ahli yang disini para ahli tersebut adalah dokter hewan." 
Mungkin masih ada beberapa orang yang manganggap, karena ini hewan maka kita bisa memberikan obat dengan mudah, tapi baiknya hilangkan pola pikir tersebut. Sekalipun hewan, janganlah anda sembarangan memberikannya obat. Tak jarang hewan dibawa ke dokter hewan dan diagnosa akhirnya adalah keracunan obat akibat salah pemberian obat. Hewan juga makhluk hidup yang secara biologis memiliki respon berbeda dan bervariasi terhadap obat-obatan tertentu. Terutama untuk pemberian antibiotik, bila diberikan tidak sesuai aturan, bakteri penyebab penyakit akan menjadi resisten(tahan) terhadap antibiotik hasilnya adalah hewan anda tidak kunjung sembuh. 

 
Sementara untuk produk pangan berasal dari hewan(misal : daging) penggunaan antibiotik secara sembrono menghasilkan residu antibiotik dalam daging(partikel dari antibiotik tertinggal di dalam daging) dan itu boleh jadi berbahaya. Berbahaya yang kami maksud adalah bahaya bagi manusia yang mengkonsumsi daging hewan tersebut sebab manusia yang memakan daging hewan yang didalamnya terkandung residu antibiotik sementara manusia itu termasuk individu yang sensitif terhadap residu antibiotik tersebut maka manusia yang mengkonsumsi daging tadi akan mengalami reaksi alergi/keracunan dan dapat berakibat fatal. 



Mungkin masih ingat akan kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberlakukan larangan impor daging dari negara yang ternaknya rawan tertular penyakit PMK(Penyakit Mulut dan Kuku) sebab bila manusia mengkonsumsi daging impor dari negara endemik PMK tersebut dikuatirkan manusia yang memakan akan terkena penyakit PMK dan sama halnya kita memasukkan bibit penyakit di negara kita. Dengan meningkatnya kebutuhan daging yang bersih dari penyakit maupun residu antibiotik, maka disinilah fungsi dokter hewan untuk menjaga supaya kesehatan hewan tetap terjaga sehingga hasilnya nanti bisa bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan manusia pula. 
HACCP  (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah 
sistem yang dikenal sebagai pengaturan keamanan(hygiene&sanitasi) bahan pangan. 
Dokter hewan pun juga harus memahami perihal HACCP ini.

Jadi bagaimana? Semoga tulisan kami yang terlambat untuk menyambut World Veterinary Day ini masih bisa jadi bahan renungan yang berguna baik untuk kalangan kedokteran hewan maupun masyarakat umum. 
Silahkan follow dan bertanya via akun twitter kami @dokterhewanku ^_^