Tampilkan postingan dengan label kematian mendadak kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian mendadak kelinci. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Kenapa kelinci saya tiba-tiba mati?

Salam Hangat...

Beberapa saat yang lalu ada followers kami yang bertanya mengapa kelinci-nya mati mendadak sementara di sehari sebelumnya ia nampak lincah dan baik-baik saja serta tidak ada keluhan sehubungan dengan nafsu makannya. Ditambah ada kawan dari followers kami yang juga menyatakan bahwa kelincinya dalam 2 minggu terakhir meninggal sebanyak 7ekor. Pertanyaan mereka, benarkah terjadi wabah penyakit kelinci yang mengakibatkan kelinci mereka meninggal mendadak dan dalam jumlah banyak?


Sebenarnya banyak hal yang harus diamati. Kemungkinan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Jenis makanan. Makanan kelinci ada 2 jenis. Makanan kering/pellet dan Makanan basah seperti sayur dan rumput. Makanan kering cenderung lebih aman, lebih steril hanya saja kelinci tetap membutuhkan serat dan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Makanan basah yang harus diperhatikan yaitu jenis sayuran seperti kangkung dan kubis yang merupakan sayuran dengan potensi produksi gas yang tinggi, yang dapat mengakibatkan banyak gas memenuhi saluran cerna kelinci dan bila kondisi tersebut berlanjut mengakibatkan kelinci sakit perut dan usus yang terus mengembang akan mendesak diafragma yg lama kelamaan akan menghalangi saluran pernafasan sehingga kelinci akan sulit bernafas dan meninggal. Tapi ada kalanya kelinci tetap baik-baik saja sekalipun sehari-harinya diberi makan kangkung karena frekuensi pemberian yang tidak terlalu sering ataupun terlalu banyak karena kelinci merupakan hewan pengerat yang akan selalu memiliki kebiasaan mengigit-gigit seperti  halnya tikus, jadi diberi kangkung berapa ikat sekalipun jika dia memang lapar atau ingin mengerat maka ia akan tetap memakan apa saja yang ada didepannya. Makanan utama kelinci memang rumput, jadi sebaiknya sediakan pula rumput bila jenis pakan utama kelinci anda dirumah adalah pelet/pakan kering.
  2. Predator. Boleh jadi memang kelinci anda aman didalam kandangnya, tapi tetap berhati-hatilah pada tikus yang badannya berukuran besar. Tikus akan tanpa ragu-ragu menyerang kelinci anda terutama bila kelinci anda masih berusia muda/berukuran kecil.
  3. Tanggal kadaluarsa makanan. Hal ini paling mungkin terjadi pada makanan kering/pellet. Selalu ingat untuk selalu mengecek kembali tanggal kadaluarsa pakan kering yang anda beli dari supermarket/petshop. Makanan kadaluarsa akan ditumbuhi bakteri yang berbahaya bagi saluran cerna kelinci.
  4. Intoksikasi/ Keracunan. Banyak zat kimia berbahaya disekitar kita yang tidak tampak terutama dari alat-alat rumah tangga. Pastikan kelinci anda tidak bebas berkeliaran disekitar benda/bahan yang mengandung kimia berbahaya seperti sabun, racun serangga/racun tikus, cairan pembersih lantai dan sejenisnya, karena keingintahuan mereka seringkali tanpa sepengetahuan kita jika mereka dibiarkan berkeliaran bebas dalam rumah.
  5. Kebersihan kandang. kandang yang baik adalah kandang yang minim kontak antara kotoran (baik feses maupun urin) dengan badan kelinci itu sendiri. Pastikan setiap kali mereka buang kotoran, kotorannya tidak tergenang/berserakan didekatnya. Jikalau memungkinkan, setiap mereka buang kotoran harus selalu dibersihkan. Sebaiknya pilih kandang yang mana alasnya renggang sehigga saat mereka buang kotoran, kotorannya akan keluar/terjatuh dari kandang. Kandang juga sebaiknya mendapat sinar matahari pagi yang cukup untuk membantu tetap kering/meminimalkan tingkat kelembaban. 
Nah.. 5 poin diatas itu merupakan faktor umum yang patut dicurigai. Bila rasa ingin tahu tak kunjung terobati, maka minta dokter hewan melakukan tindak nekropsi/bedah bangkai untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perubahan apa yang terjadi didalam tubuh kelinci tersebut.
Pertanyaan lebih lanjut follow kami di @dokterhewanku